Sabtu, 20 Agustus 2016

Tugas MPA Fakultas 2016 unj



KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA

           
            Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.
            Pengertian pendidikan menurut salah satu ahli Prof. Dr. John Dewey: Menurutnya pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan. Sedangkan menurut saya adalah pendidikan adalah proses pembelajaran untuk mengasah berfikir dari segi pengetahuan, keterampilan dan sikap agar memiliki keimanan dan takut akan Yang Maha Esa.
            “Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi siswa untuk menjadi manusia yang beriman dan takut akan Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.” Namun kini, adanya sistem pemerintahan yang inin menerapkan adanya sistem full day school dianggap memberatkan, karena menurut saya pendidikan jangan hanya diukur berdasarkan nilai dari rapor saja, lagi pula tidak semua manusia potensinya ada yang  d bidang  akamedik, apakah kita tidak memikirkan untuk potensi manusia di bidang non akademik? Dunia anak adalah bermain walau sambil belajar, jadi tidak bisa dipisahkan anak dengan dunia mainnya, kalau dipisahkan dari dunia mainnya, nantinya jadi merasa kurang bahagia untuk seusia mainnya karena dituntut harus belajar sehari penuh.
            Jika kita lihat saat ini, kondisi pendidikan Indonesia masih saja memprihatinkan, terutama mengenai fasilitas pendidikan di daerah-daerah, baik sarana maupun prasarana pendidikan. Masih saja terdengar kabar ada bangunan sekolah yang tidak layak untuk digunakan. Apalagi jika ditambah pembaharuan sistem sekolah seharian penuh.
Alasan sistem baru ini dibuat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dengan menggagas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta. yaitu: 1. Agar anak didik terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtuanya belum pulang kerja 2. Anak-anak bisa pulang bersama-sama orangtua mereka (karena pulang dari sekolah sore) 3. Melakukan aktivitas lain contoh : Mendalami ilmu agama (agar pengajaran yang didapat tidak menyimpang jika di luar sekolah) Menurut pendapat saya, alasan yang dikemukakan Mendikbud ada beberapa kekeliruan, yaitu: Kekeliruan alasan pertama, Karakter anak utamanya dibangun di sebuah institusi yang dinamakan keluarga. Pembentukan karakter anak merupakan tetap tanggung jawab orang tua dalam mendidik anaknya. Sekolah membantu memberikan pengetahuan. Orang tua lah yang menjadi tonggak utama, berbagi cerita dengan anak tentang sekolah dan melakukan interaksi intens di rumah. Dalam hal ini, dimohon agar pemerintah jangan membatasi orang tua dalam membentuk karakter anak di lingkungan keluarga masing-masing, jika sistem full day school tetap diterapkan, akan mengurangi pembelajaran didikan yang dibentuk orang tua masing-masing. kekeliruan alasan kedua, Pulang bersama-sama orang tua tidak akan pernah terjadi karena kemacetan Coba lihat kota besar seperti di Jakarta. 3. Kekeliruan alasan ketiga, Kekuatan Biologis anak tidak akan sanggup mengikuti banyak kegiatan Berdasarkan bahwa anak-anak SD butuh tidur sekitar 9.25 jam per hari agar dapat berpikir secara optima, dunia anak itu dunianya bermain, kalau dipaksa sistem ini tetap dibuat, anak-anak seperti robot yang monoton.
Bukankah orang dewasa yang bekerja selama 9 jam sering mengalami kelelahan dan ingin banyak istirahat? Istirahat di kantor/sekolah tentu berbeda dengan di rumah. Meskipun nantinya mungkin ada waktu “istirahat”ketika anak di sekolah, tetap saja lebih enak ketika istirahat di rumah. Apakah sanggup fisik anak menahan lamanya kegiatan yang ada di sekolah satu hari penuh? ditambah apakah gurunya sudah memadai dari segi kualitas? : 1. Menggratiskan sekolah negeri di Indonesia tanpa ada pungutan biaya apapun, sehingga memungkinkan untuk ibu tidak bekerja dan membatasi sekolah swasta agar biayanya dapat terjangkau 2. Melakukan pencerdasan kepada orang tua siswa untuk mendidik dan menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan anak-anaknya. 3. Meningkatkan kualitas pendidikan (dapat mencontoh ke Finlandia yang mendapatkan predikat sistem pendidikan terbaik di dunia dengan waktu sekolah hanya 5 jam), kesejahteraan pendidik, dan pemerataan pendidikan di Indonesia. harapan saya, semoga indonesia lebih maju khususnya di bidang pendidikan, dan semoga pemerintah tidak tergesa-gesa dalam membuat sebuah keputusan.



3 komentar:

  1. nulis lagi dong dek sayang nih isi blognya baru satu postingan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya ka... Siap ditunggu ya ka ^^

      Hapus
    2. iyaa jangan lama lama kasian yang nunggu

      Hapus